Ekonomi Inggris Dihantui Pelemahan Saat Pemakaman Ratu Elizabeth II

                     Ekonomi Inggris Dihantui Pelemahan Saat Pemakaman Ratu Elizabeth II                Ekonomi Inggris Dihantui Pelemahan Saat Pemakaman Ratu Elizabeth II

Ekonomi Inggris yang mulai pulih dari ancaman resesi kembali dihantui karena perleletan seiring bersama hari libur nasional kedalam rangka pemakaman Ratu Elizabeth II pekan depan.

Mengutip CNA, Kantor Statistik Nasional menyebutkan produk domestik bruto Inggris naik 0,2 persen setelah turun 0,6 persen pada Juni.

Penurunan berisi demi Juni telah dikaitkan sebagian atas hari libur mendunia ekstra bagi peringatan ke-70 tahun Ratu Elizabeth menjabat sebelum dia meninggal pekan lampau.

Hari libur innternasional lainnya dijadwalkan Senin pekan depan menurut pemakaman kenegaraan ratu.

"Pemantulan kembali 0,2 persen nan lemah akan Juli didorong atas PDB nan lemah akan Juni sebagian karena hilangnya hari kerja melalui akhir pekan panjang Jubilee," kata Yael Selfin, kepala ekonom akan KPMG UK.

"Lebih memprihatinkan, PDB Juli tetap dalam bawah level yang terlihat demi Mei, menunjukkan kontraksi keseluruhan sejumlah dua bulan perdana musim panas," imbuhnya.

Ia menambahkan cuti kerja bagi jutaan masyarakat Inggris pada Senin depan berarti ekonomi bagi menyandang dua hari libur populer, lebih penuh dari biasanya pada 2022.

Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics Samuel Tombs mengatakan libur nasional atas 19 September hendak kekuatan menurunkan perekonomian.

"Ke depan, libur umum ekstra bagi pemakaman ratu dengan 19 September kesanggupan lebih merusak perekonomian daridengan hari libur ekstra bagi Jubilee dengan Juni," ujar Samuel Tombs.

Pantheon memperkirakan kalender pemakaman itu bagi memukul PDB paling tidak 0,2 persen.

"Itu menunjukkan bahwa resesi teknis, yang secara luas didefinisikan sebagai dua perempat dari penurunan PDB, tergantung pada keseimbangan," lanjutnya.

Bank of England (BoE) memperkirakan ekonomi Inggris mebersetujui resesi sebelum akhir tahun karena inflasi jangkung senyampang kurang lebih dekade yang dipicu oleh melonjaknya harga energi dan konsumsi.

Dalam upaya untuk menjinakkan harga yang tidak terkendali, bank sentral telah menaikkan suku bunga utamanya beberapa kali sejak akhir tahun terus.

Sementara itu, para pelayat mendapatkan kesempatan pertama untuk memberi penghormatan hadapan depan peti aub Ratu Elizabeth II nan terletak hadapan katedral Edinburgh hadapan mana Raja Charles III sejumlah berjaga.

[Gambas:Video CNN]